CITRALAND BANDAR LAMPUNG

citraland-bandar-lampung
View Plan CitraLand Bandar Lampung


LOKASI CITRALAND BANDAR LAMPUNG


Lokasi CitraLand Bandar Lampung beralamat di Jl. Raden Imba Kusuma No. 789, Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. 


KEUNGGULAN CITRALAND BANDAR LAMPUNG


Letak CitraLand Bandarlampung sangat strategis,
Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Tanjung Karang maupun Teluk Betung.  Selain keunggulan lokasinya yang strategis, CitraLand Bandar Lampung juga bisa di akases dari 3 jalan utama, dari Bandara Radin Inten II, dan dari Pusat Kota.

CitraLand  Bandar Lampung menawarkan 3 view sekaligus. 
CitraLand bandar Lampung yang dibangun di dataran tinggi dengan tetap mempertahankan kondisi tanah pegunungan yang berbukit-bukit, sehingga memberikan tiga view sekaligus, yaitu: view laut, view kota, dan view pegunungan.


CitraLand Bandar Lampung menawarkan konsep "Little Tokyo",
Suatu kawasan kawasan komersil lengkap yang terintegrasi, antara hunian atau perumahan, mall, office parks, office towers, dan culinary centre.  Kawasan CitraLand ini nantinya akan menjadi daya tarik komersil dan pertumbuhan peluang bisnis.

Hunian CitraLand Bandar Lampung akan terdiri dari 2 cluster rumah mewah (Cluster Michelangelo dan Cluster Da Vinci ), 5 cluster rumah menengah (Rembrandt, Renoir, Van Gogh, Picasso, dan Salvador), townhouse, serta area komersial yang akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, hotel, food plaza, ruko, fasilitas olah raga dan hiburan, serta club house. Tidak ketinggalan Sekolah Ciputra sebagai fasilitas pendidikan yang unggul dan berkualitas.

Dengan kelengkapan fasilitas yang ditawarkan, CitraLand Bandar Lampung memiliki potensi nilai investasi yang semakin tinggi di masa depan. Semua unit properti ditawarkan dengan harga ekonomis.   Itulah tawaran investasi dari Grup Ciputra, sungguh sebuah peluang emas yang sayang jika dilewatkan begitu saja.


CITRAGARDEN LAMPUNG


citragarden-bandarlampung
Citra Garden Bandar Lampung


CITRAGARDEN LAMPUNG First Class Living


CitraGarden Lampung merupakan hunian dengan konsep “First Class Living” yang dikembangkan oleh Grup Ciputra.   CitraGarden Bandar Lampung berlokasi di area strategis seluas 57 hektar di Teluk Betung, Bandar Lampung.   

Citra Garden Lampung ini secara khusus menargetkan konsumen kalangan kelas menengah dan kelas atas.

CitraGarden yang diluncurkan pada tahun 2005 ini menawarkan 3 cluster hunian: Terrace Garden, Royal Garden, dan Mansion.


KEUNGGULAN CITRAGARDEN LAMPUNG 


Keunggulan CitraGarden Lampung salah satunya adalah lokasinya yang sangat strategis, dekat ke pusat kota Bandar Lampung.

Keunggulan Citra Garden Lampung berikutnya adalah view: yakni pemandangan laut Teluk Lampung yang mempesona, dan dikelilingi bukit - bukit yang hijau.

Keunggulan CitraGarden Bandar Lampung selanjutnya adalah, dalam perkembangannya, di tahun 2016 ini telah menjelma menjadi sebuah permukiman dengan sekitar 2000 rumah, yang terintergrasi dengan kawasan bisnis seluas 8 hektar.   [ Go To: Cluster The Olivine]



CLUSTER MICHELANGELO CITRALAND BANDAR LAMPUNG


cluster michelangelo citraland bandar lampung
Rumah Cluster MichelAngelo CitraLand Bandar Lampung



TYPE RUMAH DI CLUSTER MICHELANGELO


Ada 3 Type Rumah di Cluster MichelAngelo CitraLand Bandar Lampung :
  1. Type Tuscany
  2. Type Liguria
  3. Type Vernazza 

RUMAH TYPE TUSCANY  CLUSTER MICHELANGELO 


cluster michelangelo type tuscany
 Denah dan Tampak Rumah Type Tuscany


LT : 12 m x 22 m
LB : 279 m2

  • 4 + 1 kamar tidur
  • 3 + 1 kamar mandi
  • 3 ruang keluarga
  • 1 ruang makan
  • 2 garasi

RUMAH TYPE LIGURIA  CLUSTER MICHELANGELO 


 cluster michelangelo type liguria
 Denah dan Tampak Rumah Type Liguria


LT : 10 m x 20 m
LB : 179 m2
  • 4 + 1 kamar tidur
  • 3 + 1 kamar mandi
  • 3 ruang keluarga
  • 1 ruang makan
  • 1 garasi

RUMAH TYPE VERNAZZA  CLUSTER MICHELANGELO 


cluster michelangelo type vernazza
 Denah dan Tampak Rumah Type Vernazza

LT : 8 m x 17 m
LB : 126 m2
  • 3 + 1 kamar tidur
  • 2 + 1 kamar mandi
  • 3 ruang keluarga
  • 1 ruang makan
  • 1 garasi


Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai  CLUSTER MICHELANGELO CITRALAND BANDAR LAMPUNG silahkan hubungi team Citra Property Land di sini : Contact Us


3 DO and DON'T dalam Investasi Properti

Seperti yang kita tahu, jenis investasi itu beragam, namun ada 1 jenis investasi yang menarik dan sangat menjanjikan, yaitu investasi properti. Mengapa menjanjikan? Karena meskipun ekonomi dalam keadaan buruk, investasi properti berupa hunian akan lebih baik dari pada saham. Pasalnya, harga tanah akan selalu naik setiap tahun.

do-and-don't-dalam-investasi-properti
Pahami DO and DON'T dalam Investasi Properti.  Foto: Kompas

Investasi properti sebagaimana jenis investasi lain,  selain menjanjikan keuntungan profit, juga memiliki resiko. Untuk itu ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum terjun ke dunia properti.  Apa saja yang perlu dilakukan, dan apa saja yang jangan dilakukan atau sebaiknya tidak dilakukan. Do and Don't !

Perhatikan 3 Do & Don't Sebelum Investasi di Bidang Properti

3-do-and-don't-dalam-investasi-properti-citra-property-land
Do and Don't dalam Investasi properti

Bagi Anda yang tertarik dengan investasi properti, berikut beberapa hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Yuk baca selengkapnya!


Do #1: Rencanakan Tujuan Investasi

Apa yang diharapkan dari investasi properti Anda? Inilah hal pertama yang harus Anda ketahui. Yakinkan diri bahwa investasi properti adalah langkah terbaik untuk mencapai tujuan finansial di masa depan.


Don’t #1: Rajin Ikut Seminar, Tapi Nggak Praktekin Ilmunya.

Jangan sampai informasi yang Anda dapatkan dalam seminar menjadi sia-sia. Pastikan Anda menerapkannya saat menjalani bisnis investasi ini. Sekali lagi, memiliki tujuan investasi akan membuat prosesnya jauh lebih mudah.


Baca juga Artikel lain dalam Page : Investasi & Properti

Do #2: Lihat Lebih Banyak Properti

Ini adalah salah satu tips memilih apartemen yang perlu Anda perhatikan. Jangan asal memilih properti yang “terlihat bagus” tanpa mengetahuinya lebih dalam. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kerugian bahkan kekecewaan di kemudian hari.

Don’t #2: Menunda Program Investasi

Semakin muda usia Anda saat berinvestasi, semakin banyak pula keuntungan yang bisa didapatkan. Maka dari itu, jangan sampai Anda menunda investasi hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terlalu penting.



Do #3: Analisa Keuangan Menyeluruh

Bagaimana kondisi finansial Anda saat ini? Inilah hal yang penting diperhatikan sebelum memulai investasi properti. Sebaiknya lakukan analisa keuangan terlebih dahulu. Jangan pernah membeli properti dengan harga lebih tinggi dari harga hasil analisa. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai harga pasar properti yang Anda pilih.

Ada beberapa hal penting yang wajib diketahui saat memulai investasi properti, seperti laba bersih, ROI, Cap rate, total ROI. Dalam setiap kasus, "investasi" mengacu pada berapa banyak modal Anda pada properti tersebut. "Pembiayaan hutang" mengacu pada pinjaman yang harus dikeluarkan untuk membeli properti. Dan "total return" mengacu pada arus kas, ekuitas (misalnya, ekuitas diperoleh dari penyewa yang membayar uang sewa) dan pajak.

Setelah memahami angka-angka ini, Anda harus memiliki cukup informasi untuk menentukan apakah properti tersebut sesuai dengan tujuan keuangan atau tidak.


Don’t #3: Membeli Properti dari Pemilik yang Nggak Niat Jual

Jangan pernah memaksa pemilik untuk menjual propertinya! Karena dipastikan Anda tidak akan mendapat harga yang paling sesuai dengan keinginan.



Itulah beberapa hal yang harus dilakukan dan jangan Anda lakukan. Jika tertarik untuk tetap berada di depan pajak dan inflasi sambil membangun keamanan untuk masa depan, ya investasi properti solusinya!





Sumber : www. enviroapartment .com


Berencana Investasi di Bidang Properti ? Pahami ini Dulu !

Properti adalah salah satu instrumen yang sangat diminati investor. Banyak investor yang telah melakukan bisnis properti dan mendapatkan keuntungan. Seperti apa peluang investasi properti? Bagaimana cara memilih investasi properti dan apa strategi yang bisa dilakukan untuk berbisnis properti? Mari kita simak ...

berencana-investasi-di-bidang properti
Investassi di bidang properti.  Foto; www.finansialku.com

Alasan Mengapa Berbisnis dan Berinvestasi di Bidang Properti

Properti, sebagai instrumen investasi hingga saat ini masih menjadi salah satu instrumen yang paling diminati oleh para investor. Hal ini tidaklah mengherankan, karena setiap orang butuh rumah tinggal, baik itu rumah tapak maupun rumah susun.

Alasan mengapa berinvestasi di bidang properti adalah: Rumah menjadi kebutuhan primer, impian dan kebutuhan setiap orang, apalagi dengan melihat jumlah penduduk di Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta penduduk dan masih akan terus bertambah, peluang properti sebagai instrumen investasi pun tentu terbuka lebar.Kebutuhan akan rumah adalah hal yang masih akan ada selama ada pertumbuhan jumlah penduduk. Mungkin Anda sudah mempunyai rumah, namun orang-orang di sekitar Anda pun belum tentu memiliki rumah sendiri. Anda pun, bila memiliki uang berlebih juga dapat memanfaatkan peluang ini dan membantunya.

Dengan berinvestasi pada properti, bukan berarti Anda hanya memosisikan sebagai penikmat properti tersebut, Anda pun dapat berperan sebagai penyedia properti bagi mereka yang belum dapat membeli rumah tinggal sendiri. Anda dapat menjualnya kembali, atau juga dapat menyewakannya kepada mereka yang membutuhkan.

Tapi sebelum mabuk kepayang oleh keindahan bayangan berinvestasi properti, perlu dipahami bahwa sebagaimana investasi di bidang lain, investasi properti juga memiliki kelemahan,


8 Kelemahan Investasi Properti


Dinukil dari buku “Cara Kaya Melalui Properti”, inilah delapan kelemahan investasi properti:

1. Beban Perawatan (Management Burden)
Pemilik atau investor properti tak dapat membiarkan investasinya berjalan dengan hasil yang meningkat terus menerus, tanpa memastikan properti tersebut dalam keadaan baik. Dia juga mesti mengeluaran biaya tambahan guna merawat kondisi bangunan agar income dari sewa bisa meningkat.

2. Investasi Padat Modal (High Capital Investment)
Investasi properti pun dapat dikatakan sebagai investasi yang bersifat padat modal (capital intensive). Mengapa demikian? Karena semakin besar modal yang ditanamkan dalam properti, relatif semakin besar pula hasil yang didapatkan investasi properti tersebut.

3. Keterjangkauan Investasi (Affordability Investment)
Dalam bisnis properti, harga mencerminkan kondisi penawaran dan permintaan. Harga properti ditetapkan berdasarkan sifat-sifat pasar lokal serta tren yang memengaruhi permintaan dan penawaran properti.

Ada satu perbedaan signifikan antara menilai properti dan saham, yaitu  affordability. Affordability tidak menjadi isu dalam saham, karena transaksi pembelian saham dilakukan secara tunai. Sebaliknya, transaksi properti biasanya merupakan pembelian leverage yang melibatkan pembiayaan dari bank.

4. Biaya Transaksi yang Tinggi (High Cost Transaction)
Untuk berinvestasi di sektor properti, Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dibanding berinvestasi di sektor lain. Biaya-biaya tersebut berupa pajak, antara lain: PPH (5% yang dikenakan bagi penjual) dan BPHTB (5% yang dikenaan bagi pembeli). >>baca: Pajak-pajak Terkait Properti

5. Waktu Lama untuk Membeli (Time Consuming Acquisition)
Membeli properti yang sesuai keinginan tidak bisa dalam tempo singkat, bisa dalam hitungan minggu atau bulan. Hal ini juga dijelaskan dalam sifat properti yang tidak likuid (lack of liquidity).

Bahkan seorang pakar properti dari Amerika Serikat mengatakan, carilah 100 properti, pilih tiga yang terbaik, untuk mendapatkan satu properti yang diinginkan (Formula 100:3:1).

6. Terbatasnya Pengetahuan (Lack of Knowledge)
Pengetahuan yang terbatas disebabkan karena properti yang bersifat lokal (localized). Harga sebuah rumah di satu tempat, belum tentu sama dengan di tempat lain. Hal ini membuat investor harus jeli dan membuat survei terhadap di lokasi incarannya. 

7. Penyusutan Bangunan (Building Depreciation)
Investasi properti yang berbasis pada tanah dan bangunan, walaupun dari tahun ke tahun meningkat—akibat harga tanah yang meningkat akibat kelangkaan—namun bangunan di atasnya secara teoritis memiliki umur. Hal ini berbeda dengan tanah yang memiliki umur panjang alias abadi. Secara teoritis, bangunan dapat berumur 20, 30, atau 40 tahun, tergantung fungsi, kualitas, dan standar kekokohan bangunan (konstruksi).

8. Hancur Bila Terjadi Bencana Alam (Physical Hazard)
Dibandingkan dengan investasi lain, investasi properti memiliki risiko kehancuran tanah dan bangunan yang bisa disebabkan gempa, tanah longsor, tsunami dan lain-lain. Namun, hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan asuransi, sehingga secara praktis kehancuran akibat bencana dapat dihilangkan dengan biaya tambahan untuk membayar premi asuransi.


Itu tadi mengenai kelemahan investasi di bidang properti.  Sekarang apa keuntungan investasi peroperti, sehingga banyak orang menanamkan modalnya di bisnis ini ?!

2 Keuntungan Investasi Properti

pahami-ini-sebelum-investasi-properti
Investasi Properti, apa hal-hal yang wajib diketahui, Foto;: pemeriksaan pajak. com

Secara umum, ada 2 jenis keuntungan berinvestasi properti, bergantung pada bagaimana Anda melihat properti sebagai instrumen investasi itu sendiri. Kedua jenis keuntungan itu adalah:

1. Capital Gain
Dengan membeli sebuah properti, setelah Anda memilikinya dalam waktu cukup lama, lalu Anda menjualnya kembali, Anda akan mendapatkan keuntungan berupa kenaikan harga. Ada keuntungan yang Anda dapatkan dari kenaikan nilai properti yang Anda miliki ketika Anda menjualnya. Keuntungan dari selisih harga beli dan jual inilah yang disebut sebagai Capital Gain.

Harga properti selalu naik tiap tahunnya, setiap tahunnya, harga properti bisa bertumbuh sebesar 10-20%, terutama pada kota-kota besar, tergantung tingkat inflasi yang terjadi. Namun, bila Anda hanya memosisikan diri sebagai pembeli dan mengharapkan Capital Gain saja, Anda baru memanfaatkan setengah potensi dari instrumen investasi properti.


2. Cashflow
Selain keuntungan bisnis properti dari capital gain, Anda juga bisa memanfaatkan properti dengan memosisikan diri sebagai penyedia properti kepada orang yang belum sanggup untuk membeli properti sendiri. Anda dapat memanfaatkan properti tersebut untuk mendapat keuntungan yang lebih besar, dengan cara menyewakannya kepada orang yang membutuhkan.

Dengan mengontrakkan atau menyewakan properti Anda kepada orang yang membutuhkan tempat tinggal, Anda pun tak hanya mendapatkan capital gain saja, tapi juga arus kas (cashflow) dari pendapatan sewa properti yang Anda miliki. Dengan mengelola properti yang Anda miliki, maka keuntungan yang Anda hasilkan semakin besar.


5 Kriteria Investasi Properti yang Bernilai


Peluang untuk berinvestasi pada properti memang besar, namun bukan berarti Anda bisa sembarang memilih properti untuk diinvestasikan. Tidak semua hunian atau properti bisa dijadikan instrumen investasi yang menjanjikan.

Bila Anda salah memilih properti, misalnya di daerah rawan bencana, bisa jadi Anda akan kesulitan menjual rumah yang Anda miliki, dan akhirnya Anda harus merelakan menjualnya di harga rendah. Pilihlah rumah atau properti yang paling memberikan keuntungan, berikut kriterianya:

1. Lokasi yang Aman
Salah satu faktor terpenting dalam menentukan pilihan properti adalah lokasi. Tentunya Anda tidak akan membeli sebuah properti di lokasi yang rawan banjir, atau rawan bencana lainnya. Selain tidak layak dijadikan tempat tinggal, lokasi tersebut memiliki nilai investasi yang rendah. Investor haruslah memilih lokasi yang aman dan menjadi wilayah yang berkembang.

2. Akses Lokasi yang Strategis
Semakin strategis sebuah lokasi, semakin besar nilai sebuah properti. Peluang properti tersebut menjadi instrumen investasi pun semakin besar. Mempunyai rumah di lokasi yang strategis cukup menarik di mata investor.

Selain lokasi yang strategis, perlu diperhatikan akses menuju lokasi tersebut. Akses yang mudah menunjukkan keterjangkauan lokasi. Lokasi yang mempunyai akses yang bagus adalah lokasi yang bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi dan transportasi umum.

3. Potensi Pengembangan
Carilah lokasi strategis yang masih punya potensi untuk berkembang, artinya lokasi tersebut masih mempunyai ruang untuk dibangun dan dikembangkan. Seiring dengan berkembangnya sebuah lokasi, nilai properti yang Anda miliki pun pastinya akan terkerek naik.

4. Harga Jual Properti
Sebelum membeli properti, ada baiknya Anda melakukan evaluasi harga terlebih dahulu. Prinsip dalam berinvestasi adalah buy low, sell high, di mana bila Anda dapat membeli barang bagus dengan harga murah untuk dijual lagi di harga wajarnya di harga tinggi.

Cara ini tentunya menguntungkan bagi Anda. Namun membeli rumah murah bukan berarti asal murah, Anda juga perlu menilai value dari properti tersebut.

5. Manfaat Sebagai Instrumen Investasi
Properti yang Anda beli haruslah memenuhi syarat sebagai instrumen investasi, artinya dengan membeli properti tersebut, Anda bisa mendapatkan keuntungan baik dari capital gain maupun cashflow.

Pastikan properti Anda memiliki nilai jual, sehingga Anda dapat dengan mudah menjualnya di harga yang lebih tinggi, atau Anda dapat dengan mudah menyewakannya kepada yang membutuhkannya.


Jenis-Jenis Investasi Properti

Ada 3 jenis properti yang dapat Anda pilih untuk dijadikan instrumen investasi. Masing-masing jenis properti ini memiliki ciri khas dan nilai tersendiri. Anda bisa memilihnya sesuai tujuan investasi Anda. Ketiga jenis itu antara lain:

1. Rumah Tapak
Rumah tapak masih menjadi jenis investasi yang paling populer. Rumah tapak, atau yang juga disebut Landed House, paling diminati oleh pembeli ataupun investor. Sebab selain rumah, investor juga memiliki tanah yang harganya terus meningkat.

Hingga kini, rata-rata permintaan rumah tapak mencapai 900.000 unit per tahun, sementara persediaannya hanya sekitar 80.000 per tahun.

2. Apartemen
Apartemen, atau juga dikenal sebagai hunian susun, sudah tidak asing di ibukota dan kota-kota besar. Meskipun bila dihitung nilai wajarnya lebih kecil daripada rumah tapak, permintaan apartemen di kota besar masih cukup besar karena lokasi yang strategis dan efisien untuk pekerja kantoran.

3. Properti Komersial
Properti dengan kategori komersial ini memiliki berbagai macam jenis, seperti perkantoran, mall, dan ruko. Properti kategori ini cukup berkembang di kota-kota besar. Biasanya pembeli atau investor yang membeli properti jenis ini membelinya karena memang untuk tujuan bisnis.Strategi Untuk Mendapatkan Harga Properti Terbaik

Seorang investor properti yang andal akan membeli properti pada harga terbaiknya, artinya investor tersebut membayar sejumlah uang yang sepadan dengan nilai properti yang dibelinya. Sebaliknya, investor yang ingin menjual propertinya, harus optimis bahwa hunian yang akan dijualnya memiliki nilai yang tinggi, sehingga pembelinya mau membayar di harga yang tinggi pula.

Sebagai investor properti, Anda perlu memahami proses pembentukan harga yang dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran, dan sebagai investor properti Anda perlu paham bagaimana menentukan harga.Anda perlu melakukan pengamatan, riset, dan menyelidiki harga-harga properti di sekitar lokasi Anda, atau di tempat lain yang punya karakteristik yang sama dengan wilayah Anda.

Jika Anda berada di posisi untuk menjual properti Anda, Anda perlu menghitung harga properti Anda disesuaikan dengan nilai wajarnya, baru kemudian Anda bisa menetapkan harga minimal (Floor Price) untuk Anda jual.

Sebaliknya bila Anda berada di posisi pembeli, setelah Anda melakukan observasi harga, Anda bisa menetapkan harga maksimal (Ceiling Price) yang berada dalam batas toleransi Anda, artinya harga tersebut adalah tolak ukur harga di mana Anda masih bersedia untuk membeli properti tersebut.


Cara Untuk Membeli Properti
Investasi properti kini tidak hanya milik kalangan orang kaya saja, sekarang masyarakat kelas menengah ke bawah pun dapat memiliki kesempatan untuk melakukan bisnis properti. Modal sering menjadi hambatan bagi kalangan menengah ke bawah untuk melakukan investasi properti. Karena itu, berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk membeli properti:

Memanfaatkan pembiayaan bank. Bank menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) bagi Anda yang merasa tidak mempunyai cukup modal. Walaupun bank juga memiliki beberapa persyaratan, tidak ada salahnya untuk dicoba.
Menyiapkan uang muka terlebih dahulu. Hingga sekarang, pemerintah telah memberikan kemudahan bagi kalangan menengah ke bawah untuk memiliki rumah sendiri. Pemerintah pun telah mengeluarkan program uang muka 1% untuk membeli rumah murah. Namun perlu diingat, dengan membayar uang muka lebih besar di awal, sebetulnya akan meringankan cicilan yang Anda bayarkan nantinya.

Memastikan status kredit. Sebelum mengajukan KPR atau KPA, Anda perlu mengecek status kredit Anda di sistem informasi debitur (SID) Bank Indonesia. Jika Anda memiliki utang yang belum selesai, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu untuk memperlancar pengajuan KPR nantinya.
Memeriksa kekuatan cashflow untuk cicilan. Anda harus memastikan kepada pihak bank bahwa Anda memiliki tabungan dan arus kas yang sehat. Anda juga perlu meyakinkan diri Anda untuk berkomitmen membayar cicilan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

Membandingkan KPR tiap bank. Anda perlu membandingkan KPR dan KPA beberapa bank, kemudian barulah Anda bisa memilih KPR Bank yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, seperti besaran bunga yang kompetitif dan plafon yang sesuai.

Membayar dengan cicilan lunak. Banyak pengembang yang menawarkan propertinya dengan menawarkan cicilan lunak. Anda dapat memanfaatkan tawaran tersebut dan tentunya dapat memperingan pembayaran cicilan Anda.

Itulah hal-hal yang perlu Anda pahami sebelum Anda memulai investasi properti. Dengan memahami berbagai aspek dalam berinvestasi properti atau bisnis properti, dapat memberikan Anda gambaran mengenai cara berinvestasi yang tepat.





Sumber : www. finansialku. com/memulai-investasi-properti/

Referensi: Tim Wesfix. 2015. Investasi Itu “Dipraktekin”. Jakarta: PT Gramedia



Investasi Properti cara Patungan (Property Crowdfunding)

Buat kalian yang tertarik untuk investasi properti, yang jadi hambatan biasanya cuma satu: modalnya gede. Maklum, harga properti, apalagi di perkotaan udah gak bisa dibilang murah.  Kalau lokasinya di tengah kota, nyari properti harga di bawah Rp 350 juta udah susah banget.  Buat kamu yang pengen investasi properti tapi dana gak mencukupi, kalian tetep bisa invest properti dengan cara patungan, istilahnya crowdfunding.

investasi-properti-cara-patungan-crowdfunding


Property Crowdfunding 


Apa sih property crowdfunding? Yaitu adalah metode pembelian properti dengan cara pengumpulan dana kolektif. Istilah sederhananya: patungan beli properti. Dengan cara ini, kita gak perlu beli properti dengan harga utuh. Misalnya harga properti yang hendak kita beli seharga Rp 2 miliar, tapi kita cuma punya dana Rp 20 juta. Kita bisa ikutan skema pembelian property crowdfunding dengan uang yang kamu miliki itu dan memiliki 1 persen dari nilai properti tadi.

Jadi dengan property crowdfunding kita bukan membeli propertinya, tapi prosentase kepemilika atas properti tersebut. Kurang lebih sama seperti pemegang saham. Nilai imbal hasilnya nanti akan kita dapatkan dari hasil sewa bulanan properti tersebut.

Skema pembelian properti kolektif di luar negeri sudah marak diaplikasikan lewat internet. Indonesia pun gak ketinggalan. Sekarang, sudah ada kok yang menawarkan servis ini di dunia maya.

Bagaimana Cara kerja Properti Crowdfunding ? 

Caranya gampang. Kita tinggal mengunjungi website resminya. Pilih properti yang kita suka, masukkan jumlah dana yang hendak kita tanamkan, dan tunggu sampai dana pembelian properti terkumpul sejumlah 100%, dari seluruh investor.

Kalau sudah terkumpul, kita akan diundang untuk menghadiri rapat umum pemegang saham (RUPS). Di sini kita akan mendapat penjelasan mengenai imbal hasil yang akan kita dapatkan per tahun. Dari mana imbal hasilnya? Dari hasil penyewaan properti yang dibeli tadi.

Semua proses perizinan, pencarian tenan, dan manajemen properti akan diurusi oleh si perusahaan yang bertindak sebagai fasilitator crowdfunding. Kita tinggal terima beres!

Berapa minimum investasinya? Nggak besar, kita cuma perlu keluar modal minimal 1 persen dari harga properti yang kamu inginkan. Jadi kalau harga propertinya Rp 1 miliar, cukup komit aja dana Rp 10 juta dan kamu sudah bisa jadi salah satu pemiliknya.

KIK-EBA Properti


Apa sih KIK-EBA Properti? Kayaknya istilah ini masih asing banget ya di telinga. KIK-EBA adalah Kontrak Investasi Kolektif Dana Beragun Aset. Ini mirip dengan investasi obligasi. Tapi, alih-alih membeli surat utang yang dikeluarkan perusahaan atau pemerintah, kamu membeli sertifikasi perjanjian kredit pemilikan rumah (KPR) dari bank.

Gampangnya gini, sudah pernah nonton film “The Big Short” yang dibintangi Christian Bale dan Ryan Gosling pada 2015? Nah, produk KIK-EBA itu adalah versi Indonesia-nya Asset-Backed Security (ABS) yang menjadi biang kerok krisis ekonomi di Amerika Serikat pada 2005. Tapi jangan khawatir, investasi KIK-EBA saat ini masih tergolong aman karena pengajuan KPR bisa dibilang masih ketat, sehingga potensi gagal bayar pun sangat minim.


Tertarik mencoba Investasi Properti cara Patungan (Properti Crownfunding) ?!


Baca juga artikel lain di sini: Page Investasi & Properti 



5 Jenis Investasi Properti ini Paling Menguntungkan

Coba bayangkan betapa enaknya menjadi juragan kos-kosan atau pemilik apartemen yang menyewakan apartemennya, di mana uang tetap mengalir meskipun Anda sedang tidur. Itulah sekilas nikmatnya investasi di bidang properti.

5-macam-investasi-properti-paling-menguntungkan
Properti Rumah Kos. Foto: rukost-colombus

Keuntungan Investasi di Bidang Properti


Investasi properti terbilang sangat menggiurkan, selain menjanjikan hasil yang lumayan, investasi di bidang ini tergolong aman. Investasi di bidang properti juga terbilang anti inflasi. Namun, di sisi lain biasanya membutuhkan modal yang tak sedikit.



5 Macam investasi Properti yang Menguntungkan


Berikut ini jenis-jenis investasi di bidang properti yang paling umum yang bisa dilakukan oleh individu. Artinya, Anda tidak harus membuat perusahaan di bidang properti.

Investasi Ruko, Kios, dan Toko

Seperti halnya investasi properti jenis lainnya, investasi ruko, kios, dan toko sangat bergantung pada lokasi. Anda akan semakin mudah menemukan penyewa jika lokasinya strategis. Jika salah pilih lokasi, maka Anda akan terancam sulit mendapatkan penyewa dan juga sulit untuk menjualnya kembali. Yield untuk roko berkisar 6% – 9% per tahun. Sementara investasi kios/toko menjanjikan yield 5% – 10% per tahun.


Investasi apartemen dan kondominium

Kebutuhan akan hunian vertikal meningkat seiring dengan semakin terbatasnya lahan. Investasi pada hunian vertikal pun menjanjikan. Investasi apartemen dan kondominium berpotensi menorehkan yield 7% – 12% per tahun

Kekurangannya, memilih apartemen atau kondominium untuk investasi properti harus lebih teliti. Jika salah pilih apartemen atau kondominium maka akan sulit mendapatkan hasil maksimal. Misalnya lokasi yang kurang strategis, atau harus berurusan dengan pengembang maupun manajemen gedung yang kurang baik.

Investasi Tanah

Membeli tanah dengan tujuan investasi terbilang mudah, yang terpenting adalah Anda memeriksa dengan teliti legalitas tanah tersebut. Nama pemilik tanah harus sesuai dengan yang tertera pada sertifikat. Pastikan pula ukuran tanah sesuai dengan sertifikat dan pastikan di mana batas-batasnya.

Jika ingin harga tanahmu naik dengan cepat, pilih lokasi yang strategis. Investasi tanah kosong memiliki beberapa keuntungan antara lain biaya perawatan yang minim. Anda bisa mendapatkan untung maksimal jika menjualnya untuk jangka panjang, misalnya lima tahun ke depan.

Kalau Anda menyewakan tanah kosong, umumnya yield-nya tidak terlalu besar yaitu hanya 0,5% – 2% per tahun. Yield maksudnya adalah keuntungan yang Anda peroleh dari nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti.

Kekurangan lainnya adalah ketika ukuran tanahmu terlalu luas, akan sulit menjualnya. Kecuali Anda menjual dalam bentuk tanah kavling. Menjual tanah kavling kerap lebih mudah ketimbang menjual tanah yang berukuran sangat luas.

Bisnis Indekos

Kalau Anda tergiur dengan hasil yang lebih tinggi, pilihlah bisnis indekos dibandingkan rumah sewa. Anda berpotensi mengantongi yield di kisaran 5% – 7% per tahun. Keunggulan bisnis indekos adalah Anda juga berpeluang mendulang untung dari usaha tambahan misalnya catering dan laundry. Ingat, pilih lokasi dekat perkantoran atau kampus agar bisnis indekos lebih lancar.

Namun, berbeda dengan bisnis kontrakan, Anda harus lebih teliti dalam hal perawatan dalam bisnis indekos. Dalam kondisi tertentu, Anda bahkan harus membayar orang untuk bertugas khusus membersihkan dan menjaga indekos.

Menyewakan Rumah

Anda bisa mendapatkan yield 3% – 5% per tahun atau lebih tinggi dari itu dengan menyewakan rumah. Mengingat rumah adalah kebutuhan pokok, maka tak usah khawatir akan sepinya peminat. Namun, Anda tetap harus memperhatikan baik-baik terkait lokasi.

Jika ingin mendapatkan hasil yang baik, pilihlah lokasi yang strategis misalnya dekat keramaian, perkantoran, atau pabrik. Sama dengan tanah, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan menjualnya untuk jangka panjang.

Namun, berbeda dengan tanah yang biaya perawatannya minim, investasi rumah memerlukan biaya perawatan lebih besar. Apalagi jika Anda mendapatkan penyewa yang kurang bertanggung jawab. Selektif memilih penyewa jika tidak ingin rugi.




Menuju page : Investasi dan Properti


Sumber : economy.okezone.com

3 Tips Sukses untuk Investasi Properti dari Steve Wirawan

Investasi properti di Indonesia tidak memerlukan pengetahuan yang amat canggih atau ilmu khusus untuk memahaminya seperti pada instrumen investasi lain. Untuk lebih jelasnya, simak 3 tips sukses investasi properti dari Steve Wirawan.

tips-investasi-apartemen-dari-steve-wirawan
Investasi Apartemen bisa sangat menguntungkan. gambar : indonesiaoversight.com 

3 Hal Penting yang Harus Dipertimbangkan sebelum Membeli Properti


Prospek investasi di properti akan mengalami peningkatan yang sangat pesat, risiko kerugian yang dialami pun sangatlah kecil jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. Selain memiliki risiko yang kecil, untuk melakukan investasi properti di Indonesia juga tidak memerlukan pengetahuan yang super canggih atau pun ilmu khusus untuk memahaminya seperti pada instrumen investasi lain.

Saya ingin berbagi pengalaman nyata seorang sahabat saya bernama Matthew dalam berinvestasi properti yang ia lakukan pada tahun 2012 silam. Pada waktu itu ia termasuk newbie dalam hal investasi properti sehingga ia banyak belajar dari buku-buku dan dari seorang teman kami yang lain, Daly, yang telah lebih dulu berinvestasi properti.

Saat itu Matthew sedang bekerja di sebuah institusi keuangan asing dengan gaji yang lumayan selama lebih dari tiga tahun. Meskipun bergaji besar, bagi Matthew tidaklah akan berarti banyak jika pengeluaran kita besar juga, karena pada akhirnya kita akan melihat net asset kita seberapa besar.Properti pertama yang Matthew beli adalah sebuah unit apartemen di Casa Grande, Kota Kasablanka.

Kenapa apartemen? karena apartemen lebih mudah untuk disewakan dan return sewanya tinggi sehingga dapat dijadikan passive income disamping harganya yang juga naik (capital gain).Pada waktu itu ia membeli apartemen tersebut dengan harga kurang lebih Rp1.1 milyar.

Bagi sebagian besar, tentu saja harga tersebut cukup mahal, selain karena masih awal launching, proyek pembangunan apartemen pun sempat mandek. Namun, Matthew tidak lantas membatalkan niatnya membeli dan darinya saya belajar 3 hal penting yang harus saya pertimbangkan sebelum membeli properti. Berikut ulasannya.


1. Lokasi yang baik 


Daly berpikir bahwa lokasi properti yang akan Matthew beli sangatlah bagus dan menurut dugaannya harganya akan naik drastis. Matthew pun sependapat dengannya. Dalam membeli properti sangat penting untuk memikirkan lokasi yang baik. Pada saat itu mereka melihat bahwa properti ini terletak di kawasan segitiga emas, jalan besar dan juga terkoneksi dengan mall. Calon-calon tenant-nya pun bagus, mulai dari XXI, Starbucks, hingga SOGO dept.store pun akan buka di sana. Fakta ini tentu saja merupakan value yang tidak bisa diabaikan begitu saja, kan?




2. Uang Nggak Cukup ?! Manfaatkan Kredit Pemilikkan Apartemen (KPA)


Singkat cerita Matthew pun memutuskan untuk membelinya. Sayangnya pada saat itu ia hanya memiliki uang sebesar Rp 350 juta di tabungannya. Namun, tak hilang akal, ia segera mengambil KPA (kredit pemilikkan apartemen). Untunglah pada saat itu ia diperbolehkan untuk membayar DP (downpayment) sebesar 10% yaitu sekitar Rp110 juta. Meskipun kini kalau tidak salah, pembayaran DP minimal 30% (atau sesuai peraturan pemerintah), paling tidak dengan KPA, kamu tetap bisa membeli properti kan.

Dengan demikian sisa uang Matthew adalah sebesar Rp240 juta yang ia pakai untuk renovasi dan membayar cicilan selama beberapa bulan sebanyak Rp12 juta per bulannya.



3. Beli apartemen yang akan Complete maksimal dalam satu tahun

Disarankan membeli sebuah apartemen yang bangunannya akan complete dalam setahun atau kurang. Ini agar pembeli tidak terlalu lama mencicilnya atau akan menjadi negative cashflow yang terlalu lama

Setelah hampir 8 bulan menunggu, bangunan apartemennya pun jadi, tibalah saatnya apartemen tersebut diserah terimakan. Matthew pun merenovasi apartemen tersebut. Setelah beberapa bulan menunggu, Matthew menyewakan apartemennya dengan rate 18 juta per bulan! Angka yang sangat fantastis sebab disewakan ke seorang expat berkebangsaan Jepang . Secara tidak langsung, sang teman yang menyewa unit apartemen Matthew lah yang membayarkan cicilan KPA-nya ke bank. Matthew pun masih memilikki income surplus sebesar Rp.6 juta per bulannya.Lumayan banget kan? Dalam 4 tahun harga naik 100%!

Sekarang empat tahun telah berlalu, harga properti nya telah naik menjadi Rp.2.2 milyar. Secara harga sudah naik 100%, namun karena uang yang dikeluarkan oleh Matthew hanyalah sebesar Rp. 350 juta. Dengan dikurangi pokok utang bank sebesar Rp. 950 juta, hasil investasi Matthew mencapai 450% return dalam 4 tahun, atau sekitar 112% per tahunnya. Eits, ini belum termasuk surpus Rp. 6 juta pendapatan yang Matthew terima setiap bulannya atau Rp. 72 juta dalam setahun dari hasil sewa dikurangi cicilan. Wow!

Inilah keuntungan membeli properti disaat yang tepat ketika harga belum terlalu naik. Terutama apartemen yang dapat memberikan passive income disamping capital gain. Menurut analisis saya pribadi, keadaan sekarang ini cukup mirip dengan keadaan tahun 2010 ketika properti sedang mau booming yaitu ditandai dengan tren bunga bank yang cenderung bergerak turun dan kelesuan pasar akibat krisis ekonomi global.

Saya pribadi berpendapat tahun depan ekonomi akan bergeliat kembali, apalagi didorong oleh program pengampunan pajak yang diusung pemerintah.

So, jangan takut jika kamu belum punya uang untuk membeli properti yang terkesan mahal, kamu bisa mengambil fasilitas kredit properti bank dan menyewakannya.Terakhir, jika kamu tertarik membeli properti dengan maksud untuk menyewakannya, kamu perlu make sure lokasi di sekitar properti-mu terdapat kantor, kawasan bisnis, rumah sakit, instansi atau sekolah yang memilikki karyawan atau mahasiswa yang akan menyewa. Untuk mengecek rate bunga bank terbaru, kamu bisa cek di www.cekaja.com.

Selamat berinvestasi!

(STE)


Kembali ke page : Investasi dan Properti




Sumber : Moola.id, 5tips membeli properti